Juventus Dihukum Pengurangan Poin Dalam Kasus Pemalsuan Nilai Transfer - Saingan Bola

Breaking

Home Top Ad

Sabtu, 21 Januari 2023

Juventus Dihukum Pengurangan Poin Dalam Kasus Pemalsuan Nilai Transfer

 

Juventus resmi dijatuhi hukuman pengurangan sebanyak 15 poin. Salah satu tim raksasa asal Italia itu disanksi akibat kasus pemalsuan nilai transfer dan keuntungan modal. Sanksi Juventus dihukum pengurangan poin itu dijatuhkan oleh Pengadilan Banding Federal dalam sidang yang dilangsungkan di Roma, Jumat (20/1/2023).

Pengadilan mengusut kasus ini setelah menerima permintaan dari jaksa FIGC (Federasi Sepakbola Italia) untuk membuka kembali sidang olahraga terhadap Juventus FC. Jaksa FIGC Giuseppe Chine awalnya menuntut agar Pengadilan Banding Federal membuka kembali penyelidikan terhadap Juventus, buntut ditemukannya bukti-bukti baru dalam kasus ini.

Sebelumnya di bulan April, sebenarnya Juventus dan sejumlah klub telah dibebaskan dari tuduhan penggelembungan nilai transfer pemain. Klub-klub lain yang terlibat pada waktu itu adalah Sampdoria, Empoli, Genoa, Parma, Pisa, Pescara, Pro Vercelli, dan juga Novara.

Jaksa Giuseppe Chine menuntut agar Juventus FC dihukum pengurangan sebanyak sembilan poin. Namun Pengadilan Banding Federal memutuskan untuk menerima tuntutan itu dan bahkan menjatuhkan sanksi lebih berat yakni pengurangan sebanyak 15 poin, serta membebaskan klub-klub lain yang dikatakan ikut terlibat.

Juventus sendiri telah menyangkal dakwaan ini dan diperkirakan akan melakukan banding lewat CONI (Komite Olimpiade Nasional Italia). Juventus dihukum pengurangan poin ini membuat La Vecchia Signora pun harus turun ke posisi 10 dengan 22 poin.

Tak hanya pengurangan poin saja, FIGC juga menjatuhkan hukuman dalam bentuk dilarang terlibat dalam dunia sepakbola terhadap sejumlah mantan direktur Juventus. Mereka di antaranya mantan Presiden Andrea Agnelli, Fabio Paratici yang kini berada di Tottenham Hotspur, Maurizio Arrivabene, dan juga Pavel Nedved yang merupakan mantan wakil presiden.

Sebelumnya Agnelli, Arrivabene, dan Nedved telah mundur dari jabatannya di Juventus pada bulan November tahun lalu akibat kasus ini. Sedangkan Paratici kini terancam posisinya sebagai direktur klub di Tottenham Hotspur dikarenakan sanksi ini juga berlaku di dalam cakupan UEFA dan FIFA.

Belum selesai Juventus dihukum pengurangan poin, Kasus pemalsuan nilai transfer dan keuntungan modal ini ternyata bukan satu-satunya kasus yang menjerat Juventus. Mereka kini juga tengah diselidiki dalam dugaan adanya pembayaran gaji di luar jalur resmi selama pandemi COVID-19 berlangsung, hal ini dilakukan untuk mengakali laporan keuangan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar